Media Pendidikan

Produk

Sungging Digital

Dalam sunggingan juga mendeskripsikan sifat dan karakter wayang serta menentukan jenis wanda.

Pahatan Digital

Menurut Sukir (1980), jenis-jenis pahatan dalam wayang antara lain: Bubukan, berwujud bulat kecil

e-wayang

  1. Animasi Korea Terinspirasi Wayang Kulit Indonesia

    Penyelesaian film animasi Korea Selatan (Korsel), FrienZoo bagian kedua melibatkan siswa asal Surabaya, Malang dan Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk animasi ini terinspirasi dari seni wayang kulit Indonesia.

  2. Wayang Sadat, sarana dakwah dan tabligh

    Wayang sadat adalah wayang yang digunakan untuk khusus dakwah ummat islam dengan menceritakan kisah para wali penyebar agama islam di Pulau Jawa. Wayang ini diciptakan oleh Bapak Suryadi Warnosuharjo, seorang guru matematika di SPG Muhammadiyah Klaten, Jawa Tengah.

  3. Tangan-tangan Wayang

    Wayang kulit mempunyai berbagai jenis tangan. Jenis tangan juga memberikan makna dan ciri tertentu pada jenis wayang tertentu. Panjang keseluruhan tangan wayang dibuat stilasi dengan panjang hampir sampai di bawah lutut. Wayang gaya Yogyakarta umumnya lebih panjang dibandingkan wayang gaya Surakarta.

  4. Cinta Seni Wayang Indonesia, Perempuan Bule Ini Segera Kembangkan Wayang Lewat Media Digital

    Paras cantik dan murah senyum terpancar dari seorang perempuan bule yang duduk di samping dalang pada pergelaran wayang kulit di Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Minggu

Pages

World Puppet

Informasi seputar dunia pewayangan

Erawati, putri Mandaraka yang hilang

Dewi Erawati adalah putri sulung Prabu Salya, raja negara M

....

Brajadenta, putra Pringgondani yang mbalela

Brajadenta adalah putra ketiga Prabu Arimbaka, adik Prabu Arimba da

....

JATAYU

Garuda Jatayu adalah putra resi Briswawa.

....

1350-1389

Kitab ini berupa tembang bersumber pada kitab Utarakanda yang mengisahkan perang antara Prabu Dasamuka dan Wisrawana, serta perang antara Harjuna Sasrabahu dari Mahespati dan Dasamuka dari Alengka, sampai pada cerita Dasamuka ditawan oleh Prabu Harjuna Sasrabahu. Kitab ini ditulis oleh Empu Tantular menggunakan bahasa Jawa Kuna. Ditulis pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dan merupakan tulisan yang lebih muda dari Negarakertagama.